Seberapa Cepat Penyebaran Virus Corona?

Seberapa Cepat Penyebaran Virus Corona_

Penyebaran virus corona berlangsung dengan cepat di sejumlah negara. Menurut penelitian di University of Texas di Austin, Amerika Serikat, yang dipublikasikan di jurnal Emerging Infectious Disease, rantai penularan corona berlangsung kurang dari satu minggu dan lebih dari 10 persen pasien tertular oleh orang yang telah terinfeksi virus tapi belum menunjukkan gejala. Dalam penanganan virus corona, mereka disebut orang tanpa gejala (OTG).

Adapun sebuah riset di Jerman menunjukkan virus yang berada dalam tubuh pasien Covid-19 amatlah banyak sejak awal terjangkit. Itu salah satu alasan cepatnya penyebaran virus corona. Penelitian itu mencoba mencari tahu bagaimana pasien Covid-19 yang tampak telah sembuh dengan hilangnya gejala masih menunjukkan hasil positif ketika dites dengan swab menggunakan polymerase chain reaction (PCR). Orang-orang ini masih dapat menulari orang lain yang berinteraksi dengannya.


Bagaimana Penyebaran Virus Corona

Virus corona menyebar dari satu orang ke orang lain dalam jarak dekat. Penyebarannya serupa dengan penyakit pernapasan lain, seperti flu. Droplet atau percikan dari air ludah atau ingus orang yang terinfeksi terlontar ketika bersin atau batuk. Bila mengenai orang lain, terutama bagian wajah, droplet ini berpotensi membuat orang tersebut turut terinfeksi karena virus bisa masuk ke tubuh lewat hidung, mulut, bahkan rongga mata. Menurut WHO, lontaran droplet bisa mencapai 1 meter. Karena itu, jarak aman yang direkomendasikan antara satu orang dan orang lain adalah 2 meter.

Penyebaran virus corona yang terkandung dalam droplet juga bisa terjadi ketika orang menyentuh benda yang terkena percikan tersebut.  Virus corona bisa bertahan beberapa menit hingga berhari-hari pada sebuah benda, tergantung materialnya. Dalam sejumlah penelitian, virus ini disebut bisa bertahan hingga 72 jam lebih pada permukaan benda mengkilap, seperti kaca dan stainless steel. Sedangkan dalam kardus, kertas, dan tisu selama kurang-lebih 3 jam. Meski begitu, efektivitas virus dalam menjangkiti manusia bisa menurun selama periode tersebut.

Pencegahan Penyebaran Virus Corona

Dalam sederet penelitian, ada potensi amat besar penyebaran virus corona dari OTG. Orang yang tak menunjukkan gejala positif Covid-19 cenderung melakukan aktivitas seperti biasa. Menurut WHO, masa inkubasi virus corona berlangsung selama 2-14 hari. Pada kurun waktu itu, gejala bisa saja sangat ringan atau bahkan tak muncul sama sekali. Karena itu, orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) diminta melakukan karantina selama 14 hari demi mengantisipasi penularan.

Protokol kesehatan penanganan Covid-19 telah mengatur sejumlah langkah pencegahan penyebaran virus corona bagi yang merasa sehat maupun tidak sehat. Jika Anda merasa sehat tapi memiliki riwayat perjalanan dalam 14 hari ke belakang ke wilayah yang terjangkit Covid-19 atau pernah berinteraksi dengan pasien Covid-19, sebaiknya hubungi hotline center corona di nomor 119 ext.9 untuk informasi lebih lanjut.

Sedangkan bila Anda memiliki keluhan sebagai berikut:

  • Batuk dan pilek
  • Demam hingga di atas 38 derajat Celsius

Sebaiknya lebih banyak beristirahat di rumah dan minum obat jika keluhan tetap ada. Jika ada gejala gangguan pernapasan, seperti sesak napas atau napas pendek, segeralah berobat ke fasilitas kesehatan. Tidak harus ke rumah sakit rujukan Covid-19, bisa ke puskesmas dulu. Puskesmas telah menerapkan screening pasien dalam rangka penanganan Covid-19. Bisa pula ke rumah sakit swasta yang juga memberlakukan screening demi keamanan pasien.

Dalam screening, Anda akan ditanyai oleh tenaga medis terkait dengan Covid-19. Bila memenuhi kriteria terduga pasien Covid-19, Anda akan dirujuk ke rumah sakit rujukan agar mendapat penanganan lebih lanjut. Sedangkan bila tak memenuhi kriteria, Anda akan diperiksa dan dirawat di fasilitas kesehatan tersebut sesuai dengan diagnosis dokter.

Penyebaran virus corona dari OTG harus diwaspadai. Berbekal protokol Covid-19 dari Kementerian Kesehatan serta aturan jaga jarak, masyarakat bisa turut berkontribusi mencegah penyebaran virus yang berbahaya ini.

 

Ditinjau oleh:

dr. Sitti Nurisyah, Sp.P

Dokter Spesialis Paru

Primaya Hospital Makassar

 

Sumber:

https://labblog.uofmhealth.org/lab-report/how-quickly-does-coronavirus-spread

https://news.utexas.edu/2020/03/16/coronavirus-spreads-quickly-and-sometimes-before-people-have-symptoms-study-finds/

https://www.medrxiv.org/content/10.1101/2020.03.05.20030502v1

Bagikan ke :