• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Pertolongan Pertama dan Penanganan Dehidrasi

Pertolongan Pertama dan Penanganan Dehidrasi

Sebagian besar dari tubuh kita berisi cairan, maka dari itu, meminum cukup air putih adalah hal yang harus dilakukan setiap harinya. Terlebih jika Anda sedang berolahraga, berpuasa, atau dalam kondisi cuaca yang sangat panas hingga menyerap cairan dalam tubuh dengan cepat.

Ketika tubuh kekurangan cairan dan Anda tidak segera mengganti cairan yang kurang tersebut, Anda dapat memicu beberapa hal buruk untuk tubuh Anda. Di dalam artikel ini, Kavacare akan menjelaskan terkait penanganan dehidrasi serta pertolongan pertama ketika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami dehidrasi.

buat jani dokter primaya

Jika Anda atau orang terkasih mengalami tanda-tanda dehidrasi, Anda bisa melakukan telekonsultasi dengan Kavacare di nomor WhatsApp 0811 1446 777. Kavacare siap menghadirkan layanan homecare seperti infus di rumah untuk penanganan dehidrasi.

 

Penyebab Dehidrasi

Dehidrasi merupakan kekurangan cairan tubuh dan utamanya disebabkan oleh kurangnya tubuh menerima cairan, misalnya ketika kita tidak meminum dalam jumlah yang cukup karena sakit, sibuk atau kekurangan akses pada air minum karena sedang di perjalanan.

Selain tidak minum, terdapat sebab lain yang dapat memicu dehidrasi seperti:

  • Diare, muntah: Diare parah yang membuat penderitanya muntah secara terus-menerus dapat menghilangkan cairan dan elektrolit dalam tubuh dengan cepat;
  • Demam: Semakin tinggi demam, semakin tinggi tingkat dehidrasi Anda;
  • Keringat berlebih: Dengan keluarnya keringat, berarti Anda mengeluarkan cairan dari dalam tubuh. Hal ini dapat terjadi ketika Anda beraktivitas berat seperti berolahraga dan sedang dalam kondisi cuaca yang panas juga lembab;
  • Buang air kecil berlebih: Hal ini mungkin terjadi karena diabetes yang tidak terkendali, atau beberapa pengobatan seperti diuretics dan tekanan darah yang memicu Anda terus buang air kecil sehingga dapat menyebabkan dehidrasi.

Semua orang dapat terkena dehidrasi, namun bayi, anak kecil, lansia dan orang sakit berisiko lebih mengalami dehidrasi karena:

  • Bayi dan anak kecil: Golongan ini paling mungkin mengalami diare parah dan muntah sehingga berkemungkinan lebih mengalami dehidrasi;
  • Lansia: Ketika usia makin menua, cairan yang disimpan di dalam tubuh makin lama makin menyusut dan menyebabkan kemampuan lansia dalam menyimpan air menjadi berkurang. Hal ini memicu kepekaan terhadap rasa haus berkurang, ditambah lagi jika lansia harus menjalani pengobatan karena mengalami sakit;
  • Orang yang sakit parah: Memiliki diabetes yang tidak terkendali atau penyakit ginjal dapat memicu Anda mengalami dehidrasi;
  • Orang yang bekerja atau olahraga di tempat terbuka: Terlebih jika di lingkungan yang panas dan lembab, risiko Anda mengalami dehidrasi akan lebih tinggi lagi karena suhu tubuh akan terus meningkat yang mana menyebabkan kebutuhan tubuh akan air juga meningkat.
Baca Juga:  Gangguan Kesehatan pada Lansia Umum

 

Tanda-tanda Dehidrasi

Tanda-tanda seseorang mengalami dehidrasi dapat dikelompokkan berdasarkan umurnya sebagai berikut:

1. Bayi atau anak kecil

Tanda-tanda bagi bayi atau anak kecil yang dehidrasi adalah sebagai berikut:

  • Mulut atau lidah yang kering;
  • Tampak kehausan atau tidak kehausan disertai dengan lemas/menjadi tidak aktif
  • Tidak ada air mata ketika menangis;
  • Popok tidak basah selama tiga jam karena produksi urine berkurang;
  • Mata dan pipi yang cekung ke dalam;
  • Titik lembut (fontanelle) di atas kepala tampak cekung.

2. Dewasa

Tanda-tanda bagi orang dewasa yang dehidrasi adalah sebagai berikut:

  • Haus yang luar biasa;
  • Frekuensi buang air kecil yang rendah;
  • Urin berwarna gelap;
  • Kelelahan;
  • Pusing;

 

Pertolongan Pertama Saat Dehidrasi

1. Anak-anak

Dehidrasi ringan yang terjadi pada anak dapat ditangani sendiri di rumah, namun alangkah baik jika sebelum melakukan penanganan dehidrasi sendiri di rumah, Anda meminta konfirmasi terlebih dahulu kepada dokter terkait beberapa hal, utamanya seperti solusi elektrolit oral (Pedialyte, Enfalyte) yang dapat membantu anak keluar dari fase dehidrasi. Jika dokter sudah mengizinkan penanganan dehidrasi di rumah, Anda dapat melakukan beberapa hal seperti di bawah ini:

  • Berikan anak Anda tegukan kecil dari solusi rehidrasi yang telah disebut di atas sesering yang Anda bisa, sekitar 1 atau 2 sendok teh (5 atau 10 ml) setiap beberapa menit;
  • Bayi dapat melanjutkan menyusui sepanjang tidak muntah terus-menerus;
  • Anak dapat tetap memakan makanan mereka kecuali dokter menyarankan untuk mengganti makanannya karena terdapat kemungkinan mereka tidak ingin makan setelah dehidrasi selesai namun selama mereka masih ingin minum, tidak apa-apa;
  • Hindari memberikan bayi air putih karena tidak memiliki nutrisi yang tepat bagi bayi yang mengalami dehidrasi;
  • Hindari memberikan minuman olahraga, soda, atau jus buah karena memiliki terlalu banyak gula;
  • Hindari memberikan obat untuk diare dan muntah kecuali memang diperintahkan oleh dokter.
Baca Juga:  Cara Mengatasi Orang Tua Tidak Mau Makan

2. Dewasa

Penanganan dehidrasi untuk orang dewasa sebenarnya tidak banyak berbeda dengan penanganan dehidrasi untuk anak-anak, seperti di bawah ini:

  • Dudukkan orang yang mengalami dehidrasi hingga posisi paling nyaman;
  • Berikan mereka banyak air, dapat juga menggunakan solusi rehidrasi oral seperti yang disebutkan di pertolongan pertama untuk anak-anak di atas;
  • Jika mereka mengalami keram, dorong mereka untuk beristirahat. Bantu mereka meregangkan badan dengan memijat otot-otot yang keram;
  • Pantau level respons yang diberikan oleh orang yang mengalami dehidrasi dalam 6 jam. Jika belum ada perbaikan seperti dari kondisi produksi urine, segera bawa ke rumah sakit.

 

Kapan Harus ke Dokter?

1. Anak-anak

Anda harus segera pergi ke dokter jika anak Anda mengalami hal-hal seperti ini:

  • Tidak minum apapun selama lebih dari beberapa jam;
  • Di bawah 1 tahun dan hanya meminum solusi elektrolit oral (tidak menyusui atau meminum susu formula) dalam 24 jam;
  • Muntah beberapa kali dalam 24 jam;
  • Muntah berwarna hijau terang, merah atau coklat;
  • Tidak makan dengan benar selama 3-4 hari;
  • Memiliki tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, berkurang frekuensi buang air kecil (atau popok basah yang lebih sedikit bagi bayi), sedikit air mata atau titik lunak yang cekung;
  • Sedikit kencing atau tidak kencing dalam 3-6 jam di luar kondisi tidur;
  • Tidak terlihat membaik.

2. Dewasa

Anda atau orang di sekitar Anda harus segera pergi ke dokter jika:

  • Anda merasa kelelahan atau lemas yang tidak biasa;
  • Anda merasa pusing atau kebingungan;
  • Anda merasa pusing ketika berdiri dan terus pusing;
  • Ketika buang air kecil, Anda melihat urin berwarna kuning kegelapan atau Anda buang air kecil dengan frekuensi yang tidak biasa (lebih jarang dari biasanya);
  • Penurunan kesadaran;
  • Tidak kencing sama sekali atau produksi kencing berkurang dalam 3-6 jam.

 

(Artikel ini telah direview oleh dr. Keyvan Fermitaliansyah, Care Pro & Dokter Umum di Kavacare)

Referensi:

  • Dehydration. https://www.healthdirect.gov.au/dehydration. Diakses pada 17 April 2023.
  • First Aid: Dehydration. https://kidshealth.org/en/parents/dehydration-sheet.html. Diakses pada 17 April 2023.
  • Dehydration. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dehydration/symptoms-causes/syc-20354086. Diakses pada 17 April 2023.
  • Dehydration. https://www.sja.org.uk/get-advice/first-aid-advice/effects-of-heat-and-cold/dehydration/. Diakses pada 17 April 2023.
  • Dehydration. https://www.nhs.uk/conditions/dehydration/. Diakses pada 17 April 2023.
Share to :

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.