• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Jenis-Jenis Kelainan Jantung yang Bisa Menyerang Bayi

Jenis-Jenis Kelainan Jantung yang Bisa Menyerang Bayi

Kelainan jantung tidak hanya dapat menyerang orang dewasa. Bayi yang baru lahir pun bisa terdiagnosis memiliki masalah pada jantungnya. Bahkan penyakit jantung bawaan pada bayi termasuk salah satu masalah kelahiran yang umum terjadi di seluruh dunia. Banyak di antara bayi ini memerlukan penanganan medis segera dalam minggu-minggu pertama usianya, termasuk dengan operasi.

 


Mengenal Kelainan Jantung pada Bayi

Kelainan jantung pada bayi kerap disebut juga sebagai penyakit jantung bawaan. Penyakit ini terjadi karena adanya kelainan struktural jantung dan pembuluh darah yang bermula dari masa perkembangan janin di dalam rahim. Janin yang memiliki kelainan pada jantungnya masih dapat bertahan karena sirkulasi darah janin berbeda dengan sirkulasi darah pasca lahir. Sedangkan saat lahir, ketika sudah terpisah dari ibunya, kelainan itu bisa mengancam jiwa bayi.

Di Indonesia diperkirakan 8 bayi dari 1.000 kelahiran mengalami kelainan jantung bawaan. Diprediksi ada 32.000 kasus penyakit jantung bawaan baru setiap tahun. Tidak semua bayi yang lahir dengan masalah jantung harus menjalani operasi. Beberapa bayi sanggup menjalani hidup hingga dewasa tanpa gangguan berarti karena kondisi jantungnya relatif masih bisa berfungsi normal.

Tapi tak jarang seorang bayi mesti menjalani perawatan intensif setelah kelahirannya. Mereka kadang juga perlu menjalani operasi hingga beberapa kali dan aktivitas fisiknya saat dewasa terbatas lantaran ada risiko kesehatan pada jantungnya.

Terdapat beragam jenis kelainan jantung pada bayi. Sebagian besar terjadi pada dinding, katup, atau pembuluh darah di jantung. Semua kelainan itu bermula dari masa kehamilan dengan berbagai penyebab berbeda.

 

Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi

Gejala kelainan jantung pada bayi bervariasi, tergantung jenis kelainan dan usia bayi. Walau seorang bayi bisa lahir dengan penyakit jantung bawaan, gejalanya tak selalu muncul seketika. Pada beberapa bayi, gejala itu baru tampak pada masa balita atau bahkan ketika sudah masuk usia sekolah.

Gejala penyakit jantung bawaan pada bayi baru lahir antara lain:

  • Napas cepat
  • Keringat keluar banyak
  • Susah minum susu
  • Berat badan tak naik-naik
  • Sianosis (kulit membiru karena kurang oksigen)
  • Pembengkakan pada beberapa organ tubuh, terutama tangan dan kaki serta perut
  • Ada bising dalam jantung yang terdengar lewat stetoskop
  • Detak jantung cepat

 

Penyebab Kelainan Jantung pada Bayi

Penyakit jantung bawaan berkembang sejak bayi dalam kandungan. Penyebabnya adalah pembentukan jantung yang tidak normal saat perkembangan janin. Dalam banyak kasus kelahiran dengan masalah jantung bawaan, tidak ada pemicu yang jelas. Beberapa jenis kelainan berhubungan dengan kromosom bayi. Ada kemungkinan kecacatan genetik. Tapi ada pula kaitan dengan faktor lingkungan.

Baca Juga:  Operasi Jantung Bocor: Prosedur serta Risikonya

Sebagian besar penyakit jantung bawaan tak terdeteksi apa penyebabnya. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mendiagnosis masalah yang terjadi guna menentukan perawatan yang tepat sesuai dengan kondisi bayi. Sejumlah faktor ini diduga sebagai penyebab kelainan kantung pada bayi:

  • Diabetes maternal: ibu yang saat hamil mengalami diabetes lebih mungkin melahirkan bayi dengan penyakit jantung bawaan
  • Alkohol: kandungan racun dalam minuman beralkohol yang diminum ibu bisa mempengaruhi jaringan janin
  • Rubella: ibu yang terinfeksi virus penyebab rubella saat usia kehamilan 8-10 minggu rentan mempengaruhi kondisi janin
  • Influenza: ibu yang mengalami influenza pada trimester pertama kehamilan lebih berisiko melahirkan bayi dengan penyakit jantung bawaan
  • Obat-obatan: beberapa jenis obat dikaitkan dengan risiko kelahiran bayi dengan masalah jantung bawaan, seperti diazepam, isotretinoin, dan ibuprofen
  • Riwayat keluarga: jika ada anggota keluarga yang memiliki masalah jantung, kemungkinan janin lahir dengan kondisi serupa lebih besar

 

Jenis-jenis Kelainan Jantung pada Bayi

Ada banyak jenis kelainan jantung pada bayi. Penyakit ini bisa dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu:

Sianotik

Jenis kelainan ini menyebabkan bayi mengalami sianosis saat lahir. Contoh penyakit jantung bawaan sianotik antara lain:

  • Tetralogi fallot: terdiri atas empat rangkaian penyakit jantung bawaan sekaligus yang mengganggu peredaran oksigen ke seluruh tubuh
  • Transposisi arteri besar: tertukarnya letak dua pembuluh darah besar
  • Atresia trikuspid: katup trikuspid tak terbentuk sehingga atrium kanan dan ventrikel kanan tak terhubung

Semua kondisi ini memerlukan operasi pada tahun pertama kehidupan, bahkan lebih dari sekali untuk mengembalikan fungsi jantung.

Persisten

lubang ini tak dapat tertutup pada bayi dengan penyakit jantung bawaan yaitu duktus arteriosus persisten

Asianotik

Kondisi penyakit jantung ini tak begitu berbahaya, tapi kesehatan anak tetap terganggu. Misalnya defekseptum atrium, defekseptum ventrikel dan duktus arteriosus persisten. Kelainan ini umumnya bisa sembuh sendiri atau lewat penanganan medis tanpa operasi.

 

Cara Mendeteksi Kelainan Jantung pada Bayi

Kelainan jantung pada bayi bisa terdeteksi sejak masa kehamilan. Biasanya masalah itu diketahui saat ibu menjalani pemeriksaan ultrasonografi( USG ). Temuan itu akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan menggunakan fetal echocardiogram, yakni pemeriksaan USG untuk evaluasi struktur dan fungsi jantung.

Adapun setelah bayi lahir, penyakit jantung bawaan bisa diketahui lewat pemeriksaan fisik. Misalnya dengan melihat kulit janin apakah kebiruan dan pucat atau tidak. Dokter juga dapat menggunakan stetoskop untuk mendengarkan suara detak jantung.

Metode deteksi lainnya termasuk:

  • MRI scan: penggunaan gelombang radio dan medan magnet untuk menghasilkan gambar jantung secara detail
  • CT scan: memakai sinar radiasi yang dipancarkan mengelilingi tubuh untuk melihat gambar detail jantung
  • Holter monitor: alat untuk merekam dan memonitor irama jantung secara berkelanjutan
Baca Juga:  Terlambat Imunisasi Anak, Masih Bisakah Dikejar?

 

Penanganan Kelainan Jantung pada Bayi

Untuk menangani kelainan jantung pada bayi, harus diketahui dulu jenis dan tingkat keparahannya. Beberapa kelainan bisa sembuh sendiri seiring dengan waktu. Adapun penanganan medis yang bisa dilakukan antara lain:

Obat-obatan

Ada banyak jenis obat yang bisa membantu kerja jantung lebih efisien. Beberapa di antaranya berfungsi mencegah terbentuknya penggumpalan darah dan mengendalikan irama jantung yang tak beraturan.

Alat implan jantung

Beberapa alat implan jantung bisa dipasang untuk menunjang fungsi jantung, antara lain alat pacu jantung dan defibrilator portabel.

Kateterisasi

Dokter memanfaatkan teknik ini untuk memperbaiki kondisi jantung tanpa perlu lewat operasi. Caranya, dokter memakai alat seperti slang fleksibel yang kecil dan tipis bernama kateter. Alat ini dimasukkan lewat pembuluh darah vena di kaki dan diarahkan ke jantung untuk dilakukan tindakan medis yang dibutuhkan.

Operasi bedah jantung terbuka

Tindakan ini mungkin diperlukan ketika kateterisasi tak cukup berhasil untuk mengatasi penyakit jantung bawaan. Operasi biasanya perlu untuk menutup lubang pada jantung, memperbaiki katup jantung, atau melebarkan pembuluh darah.

Transplantasi jantung

Ini penanganan untuk kelainan jantung yang jarang dilakukan. Transplantasi dibutuhkan ketika kondisi penyakit jantung pada bayi sudah sangat parah dan tak bisa diperbaiki lagi.

 

Pencegahan Kelainan Jantung pada Bayi

Meski penyebab penyakit jantung bawaan sering kali tidak bisa diketahui pasti, ada langkah pencegahan yang bisa dilakukan, seperti:

  • Menjalani pemeriksaan kehamilan secara rutin
  • Menjauhi minuman beralkohol
  • Mengecek kesehatan total, termasuk mengukur gula darah
  • Bila memiliki diabetes, konsultasi dengan dokter untuk mendapat penanganan yang tepat
  • Menjalani vaksinasi rubella atau menjauhi paparan penyakit ini
  • Jika ada riwayat penyakit jantung dalam keluarga, konsultasi dengan dokter untuk menjalani screening

 

Narasumber :

dr Anisa Rahmadhany, Sp.A (K)

Dokter Spesialis Anak

Primaya Hospital Bekasi Barat

 

About congenital heart defects.
heart.org/HEARTORG/Conditions/CongenitalHeartDefects/AboutCongenitalHeartDefects/About-Congenital-Heart-Defects_UCM_001217_Article.jsp#.VsQY1ZMrLBJ. Diakses 29 Agustus 2021

Congenital heart disease. https://www.nhs.uk/conditions/congenital-heart-disease/. Diakses 29 Agustus 2021

What are congenital heart defects? nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/chd/. Diakses 29 Agustus 2021

The Impact of Congenital Heart Defects. https://www.heart.org/en/health-topics/congenital-heart-defects/the-impact-of-congenital-heart-defects.   Diakses 29 Agustus 2021

Heart abnormality birth defects. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/heart-abnormality-birth-defects  Diakses 29 Agustus 2021

Genetic basis for congenital heart defects. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17519398/. Diakses 29 Agustus 2021

Bagikan ke :

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.