Menjaga tubuh tetap fit adalah kunci terhindar dari berbagai jenis penyakit. Bahkan rutin berolahraga bisa membantu menjaga kesehatan jantung bagi orang yang memiliki atau berisiko mengalami penyakit jantung. Namun tidak semua jenis olahraga aman untuk penderita jantung. Terlebih jika tingkat keparahan penyakit sudah masuk stadium lanjut.
Manfaat Olahraga untuk Penderita Jantung
Dulu, orang yang memiliki penyakit jantung pasti diminta banyak-banyak beristirahat dan tak menjalani aktivitas fisik. Tapi, lewat sederet penelitian, dokter kini akan menyarankan penderita jantung tetap berkegiatan, termasuk berolahraga. Namun tentu setelah dokter melakukan pemeriksaan.
Beberapa penelitian menemukan bahwa olahraga aman untuk penderita jantung, bahkan bisa membantu meringankan gejala. Kegiatan fisik itu membantu pasien merasa lebih menikmati hidup. Olahraga ringan seperti joging, berenang, dan jalan santai pun bisa membuat otot tetap kuat dan memberikan energi ekstra.
Sebuah riset di Stanford, Inggris, pun menemukan orang-orang yang tingkat kebugarannya tinggi memiliki risiko lebih rendah terkena serangan jantung dan stroke. Bahkan risiko itu lebih rendah walau mereka memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Bagaimanapun, gaya hidup sedentari alias jarang beraktivitas fisik adalah satu dari lima faktor risiko terbesar penyakit jantung dan pembuluh darah. Empat lainnya adalah tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, dan obesitas. Studi-studi ilmiah mendapati bukti bahwa olahraga rutin bermanfaat mengurangi risiko tersebut.
Manfaat olahraga rutin terkait dengan risiko penyakit jantung antara lain:
- Membuat tubuh lebih beradaptasi dengan aktivitas fisik sehingga daya tahan lebih baik
- Mengurangi berat badan
- Mengurangi tekanan darah dan kadar kolesterol jahat (LDL dan total)
- Menaikkan kadar kolesterol baik (HDL)
- Meningkatkan sensitivitas insulin untuk melawan diabetes
- Menjaga peredaran darah
Kondisi Penderita Jantung yang Boleh Melakukan Olahraga
Meski pada dasarnya olahraga aman untuk penderita jantung apa pun, peran dokter tetap dibutuhkan di sini. Dokter di rumah sakit jantung dapat membantu memberikan saran dan sekaligus membimbing pasien berolahraga lewat program rehabilitasi jantung. Program ini mencakup perubahan gaya hidup agar jantung kembali normal, antara lain lewat rutinitas olahraga.
Program rehabilitasi akan disesuaikan dengan kondisi penderita jantung. Biasanya, pasien akan diminta mencoba dulu olahraga yang ringan untuk mengetahui respons tubuh. Selagi berolahraga, tim rehabilitasi akan mengukur dan mengamati tekanan darah, laju detak jantung, dan respons lain. Setelah itu, dokter akan membuatkan program olahraga yang dinilai cocok dan aman dengan kondisi pasien tersebut.
Dalam konsultasi dengan dokter, pasien bisa mengajukan pertanyaan seputar olahraga aman untuk penderita jantung, misalnya:
- Seberapa keras olahraga yang bisa dilakukan?
- Seberapa sering bisa berolahraga tiap pekan?
- Apa jenis olahraga yang harus dijalankan?
- Aktivitas apa yang mesti dihindari?
- Haruskah minum obat sebelum, saat, atau sesudah berolahraga?
Jenis Olahraga yang Aman untuk Penderita Jantung
Ada setidaknya tiga jenis olahraga aman untuk penderita jantung, yaitu:
Ketahanan
Olahraga ini dilakukan dengan menggerakkan otot-otot besar secara berkelanjutan. Otot ini misalnya yang ada pada kaki. Dengan melatih ketahanan, pasien bisa meningkatkan pernapasan dan detak jantung yang kemudian dapat memperbaiki kondisi jantung, paru-paru, dan sistem peredaran darah. Contoh jenis olahraga ini adalah kardio, seperti:
- Aerobik
- Lompat tali
- Joging
- Naik-turun tangga
- Berenang
- Squat jump
- Bersepeda
Kekuatan
Jenis olahraga yang aman buat penyakit jantung ini berupa gerakan otot berulang untuk meningkatkan kekuatan otot. Lewat olahraga ini, penderita jantung juga bisa sekaligus mengurangi berat badan karena banyak kalori terbakar untuk penguatan otot. Contohnya:
- Angkat beban
- Push up
- Pull up
- Senam dengan resistance band
Fleksibilitas
Jenis olahraga ini membantu membuat otot lebih rileks dan melenturkan tubuh serta mengendurkan persendian. Dengan begitu, sistem pernapasan bisa meningkat dan mengurangi stres. Misalnya:
- Yoga
- Meditasi
- Olahraga pernapasan
- Tai chi
Hal yang Perlu Diwaspadai Saat Pasien Jantung Olahraga
Penderita penyakit jantung apa pun umumnya masih boleh berolahraga selama kondisinya memungkinkan. Namun penderita gagal jantung khususnya mesti lebih waspada. Idealnya, pasien melakukan olahraga di bawah program rehabilitasi di rumah sakit jantung dulu sebelum berolahraga mandiri di rumah.
Berikut ini beberapa hal yang penting diwaspadai agar olahraga aman untuk penderita jantung:
- Sangat kelelahan atau sesak napas
- Jantung terasa berdebar-debar atau berdetak cepat atau tidak teratur
- Nyeri di dada atau bagian tubuh lain
- Pusing
- Mata berkunang-kunang
- Tiba-tiba tak bisa berbicara dengan lancar
- Keluar banyak keringat
- Muntah
- Perut terasa sakit
Bila mengalami kondisi seperti itu saat berolahraga, sebaiknya segera berhenti. Jika tidak membaik, segera datangi dokter atau panggil ambulans jika perlu. Satu hal yang pasti, jangan abaikan gejala yang muncul terkait dengan penyakit jantung dan jangan lupa pemanasan sebelum berolahraga.
Tips Olahraga untuk Penderita Penyakit Jantung
Jika telah berkonsultasi dengan dokter hingga mengikuti program rehabilitasi jantung di rumah sakit, pasien penyakit jantung pasti mendapatkan tips langsung mengenai olahraga aman untuk penderita jantung. Tips itu biasanya:
- Tunda olahraga bila merasa tak enak badan atau baru pulih dari sakit
- Gunakan alat olahraga yang mendukung dan memadai
- Hindari olahraga yang menguras tenaga, misalnya sepak bola, bulu tangkis, atau bola basket
- Sebaiknya olahraga di pagi hari, saat tubuh membutuhkan banyak energi
- Jangan lupa istirahat di sela olahraga untuk memulihkan kondisi tubuh
- Sebaiknya berolahraga dalam kelompok, baik sesama pasien maupun anggota keluarga, agar aktivitas olah tubuh lebih menyenangkan
Ditinjau oleh:
dr. Robert E Saragih,Sp.Jp.FIHA.FAsCC
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Referensi
Being active when you have heart disease. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000094.htm. Diakses 29 Agustus 2021
Exercise and Cardiovascular Health. https://www.ahajournals.org/doi/full/10.1161/01.CIR.0000048890.59383.8D. Diakses 29 Agustus 2021
Exercise and Heart Failure. https://www.ahajournals.org/doi/full/10.1161/01.CIR.0000055013.92097.40. Diakses 29 Agustus 2021
Exercise and Physical Activity in the Prevention and Treatment of Atherosclerotic Cardiovascular Disease. https://www.ahajournals.org/doi/full/10.1161/01.CIR.0000075572.40158.77 . Diakses 29 Agustus 2021
Physical activity helps fight genetic risk of heart disease. https://med.stanford.edu/news/all-news/2018/04/physical-activity-helps-fight-genetic-risk-of-heart-disease.html. Diakses 29 Agustus 2021