• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Adenomiosis: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Adenomiosis Gejala, Mencegah dan Mengobati

Nyeri panggul bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang serius, terutama pada wanita. Salah satu masalah itu adalah adenomiosis. Seorang wanita mungkin mengalami kondisi ini tapi tak menyadarinya pada awalnya. Khususnya bila wanita tersebut sering merasa sakit ketika menstruasi. Kondisi ini kerap baru diketahui ketika gejala makin terasa dan mendapat pemeriksaan dokter.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Adenomiosis

Adenomiosis adalah penyakit nyeri panggul yang terjadi ketika lapisan dalam rahim (endometrium) menembus dinding otot rahim (miometrium). Ada tiga lapisan jaringan yang berbeda di dinding rahim. Lapisan paling dalam disebut endometrium, yang antara lain berisi kelenjar endometrium. Lapisan tengah disebut miometrium dan sebagian besar terdiri atas otot rahim. Lapisan terluar adalah jaringan tipis yang disebut perimetrium.

Adenomiosis bisa dibedakan menjadi dua jenis, yakni tersebar dan fokal. Adenomiosis tersebar berarti jaringan endometrium tersebar secara acak di dalam miometrium. Sedangkan adenomiosis fokal terjadi ketika jaringan endometrium hanya ditemukan di area tertentu di dalam miometrium.

Jaringan yang keluar dari dinding otot rahim itu terus berfungsi seolah-olah masih berada di dalam rahim, menebal, hancur, dan luruh dalam setiap siklus menstruasi. Saat jaringan tumbuh di luar rahim, adenomiosis dapat membuat rahim membesar. Pasien mungkin tidak menyadari ukuran rahimnya berubah, tapi bisa muncul rasa nyeri atau tekanan di perut bagian bawah.

Saat seorang perempuan mengalami adenomiosis, darah yang keluar saat menstruasi akan lebih banyak dan lebih lama daripada biasanya. Selain itu, ia akan merasa nyeri selama menstruasi atau saat berhubungan seksual.

Semua wanita berisiko mengalami adenomiosis terutama yang telah melahirkan. Tapi, seperti dikutip dari penjelasan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, kebanyakan kasus ini didapati pada wanita dengan rentang usia 40-50 tahun. Secara umum, adenomiosis tidak termasuk penyakit yang berbahaya. Tapi penderitanya bisa mengalami penurunan kualitas hidup yang signifikan sehingga memerlukan penanganan yang tepat.

 

Gejala

Adenomiosis bisa menyebabkan nyeri panggul yang berat, khususnya selama menstruasi. Gejala lainnya termasuk:

  • Perdarahan menstruasi lebih banyak dan lebih lama
  • Kram menstruasi hebat
  • Perut bagian bawah terasa tertekan
  • Nyeri panggul kronis
  • Nyeri saat berhubungan badan
  • Sering buang air kecil
  • Konstipasi
  • Ada benjolan di perut bagian bawah
Baca Juga:  Manfaat Asam Folat untuk Ibu Hamil dan Cara Mencukupinya

Meski ada sederet gejala adenomiosis, tak jarang wanita tak merasakan satu pun gejala tersebut.

 

Penyebab

Para pakar belum dapat memastikan apa penyebab adenomiosis. Ada dugaan kuat pemicu kondisi ini adalah hormon tertentu pada wanita, seperti estrogen, progesteron, dan prolactin. Dugaan lainnya meliputi:

  • Pertumbuhan jaringan invasif, misalnya operasi caesar yang bisa menyebabkan invasi langsung sel endometrium ke dinding rahim
  • Peradangan rahim seusai persalinan
  • Bergesernya jaringan endometrium ketika rahim terbentuk
  • Invasi sel punca sumsum tulang ke miometriu

Meski penyebab adenomiosis masih berupa dugaan, ada sejumlah faktor risiko yang membuat seseorang lebih mungkin mengalaminya. Misalnya pernah mengalami operasi caesar, dilasi dan kuret, serta pengangkatan fibroid, juga berusia paruh baya dan sudah pernah menjalani persalinan.

 

Cara Dokter Mendiagnosis Adenomiosis

Dokter akan mendiagnosis adenomiosis mula-mula dengan meninjau gejala dan riwayat medis pasien. Lewat pemeriksaan fisik, dokter juga bisa melihat apakah rahim mengalami pembesaran. Prosedur pencitraan juga bisa digunakan untuk menegakkan diagnosis. Metode yang paling umum adalah ultrasonografi (USG) transvaginal.

USG transabdominal juga bisa dilakukan untuk menemukan tanda-tanda perubahan pada miometrium. Bila dokter curiga ada fibroid rahim atau tumor jinak seusai persalinan, prosedur pencitraan resonansi magnetik (MRI) perlu dilakukan untuk mendapat kepastian. Diagnosis definitif bisa dilakukan lewat biopsi jarum atau pengambilan sampel pada lapisan miometrium.

 

Cara Mengatasi Adenomiosis

Adenomiosis memerlukan penanganan medis agar pasien bisa memulihkan kualitas hidup dan merasa nyaman kembali. Ada sejumlah pilihan penanganan yang tersedia, antara lain:

  • Konsumsi obat antiperadangan seperti ibuprofen yang bisa membantu meredakan rasa nyeri dan mengurangi perdarahan saat menstruasi.
  • Perawatan hormonal untuk mengontrol hormon guna meringankan gejala.
  • Ablasi endometrium untuk menghancurkan endometrium lewat prosedur invasif minimal. Metode ini biasanya hanya disarankan bagi pasien yang sudah selesai bersalin atau tidak berniat untuk hamil lagi.
  • Embolisasi arteri uterine untuk memblokir pembuluh darah yang membawa darah ke adenomiosis agar adenomiosis menyusut.
  • Histerektomi atau operasi pengangkatan rahim bila gejala yang dialami ekstrem dan pasien memang tidak hendak melahirkan kembali.
Baca Juga:  Kenali Gejala Kanker Serviks, dan Apa yang Harus Dilakukan?

 

Komplikasi

Adenomiosis memang sebagian besar jinak. Tapi bukan berarti tak ada risiko komplikasi serius yang membayangi. Komplikasi itu antara lain anemia atau kekurangan sel darah merah akibat perdarahan hebat saat menstruasi. Anemia terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah yang kaya zat besi. Akibatnya, pasien akan merasa sangat kelelahan dan tak punya tenaga untuk beraktivitas.

Sebagai penyakit progresif, Adenomyosis akan terus berkembang dan bisa mempengaruhi organ lain. Ada risiko panggul prolaps, yakni turun atau melorotnya organ panggul ke vagina. Risiko ini mungkin terjadi jika Adenomyosis tak mendapat perawatan yang memadai.

Adenomiosis juga dikaitkan dengan risiko infertilitas. Tapi kaitan ini masih harus diteliti lebih lanjut. Sebagian wanita yang didiagnosis terkena adenomiosis juga mengalami endometriosis, yakni tumbuhnya endometrium di luar rahim. Infertilitas banyak didapati pada pasien yang mengalami Adenomyosis sekaligus endometriosis, yang lebih mungkin menyebabkan infertilitas.

 

Pencegahan

Penyebab adenomiosis belum diketahui. Demikian pula langkah pencegahan yang pasti. Namun para wanita bisa menekan berbagai risiko masalah kesehatan dengan menjalani hidup sehat dan aktif, termasuk berkonsultasi dengan dokter mengenai olahraga yang tepat dan aman seusai melahirkan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Adenomiosis tidak tergolong sebagai penyakit yang mengancam jiwa. Tapi sebaiknya pasien segera mendatangi dokter jika merasa nyeri panggul yang tak biasa terutama ketika mengalami haid. Penanganan yang cepat akan membuat pasien lebih cepat mengembalikan kualitas hidupnya sehingga bisa hidup lebih produktif dan bahagia.

 

Narasumber

dr. Nita Nurhidayati, Sp.MK

Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik

Primaya Hospital Bekasi Barat

Referensi:

  • Adenomiosis. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/473/adenomiosis. Diakses 27 Desember 2022
  • Adenomyosis in endometriosis—prevalence and impact on fertility. Evidence from magnetic resonance imaging. https://academic.oup.com/humrep/article/20/8/2309/618503. Diakses 27 Desember 2022
  • Adenomyosis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539868/. Diakses 27 Desember 2022
  • Adenomyosis. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/adenomyosis. Diakses 27 Desember 2022
  • Adenomyosis: What it is, Causes, Diagnosis, Treatment, and more. https://www.osmosis.org/answers/adenomyosis. Diakses 27 Desember 2022
  • Adenomyosis. https://www.endometriosis-uk.org/adenomyosis. Diakses 27 Desember 2022
Bagikan ke :

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.