• Emergency
  • 150 108

Tips Kembali Bekerja Setelah Melahirkan, Apa Persiapannya?

Tips Kembali Bekerja Setelah Melahirkan, Apa Persiapannya

Hidup ini membutuhkan rencana dan persiapan. Terlebih bila berkeinginan membina keluarga dan memperoleh keturunan. Rencana menikah saja belum cukup. Masih ada rencana kehamilan, persiapan melahirkan, hingga rencana pasca-persalinan. Apalagi bagi ibu yang mesti kembali bekerja seusai cuti melahirkan.

Masa kehamilan, persalinan, hingga kedatangan buah hati adalah masa yang penuh warna. Ada suka dan duka di sana. Lebih-lebih buat ibu yang baru melahirkan anak pertama. Dengan status wanita karier, bisa jadi muncul kebingungan ketika mesti bekerja setelah melahirkan.


Masa cuti melahirkan di Indonesia rata-rata 3 bulan. Ada yang ketentuannya 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan. Ada pula yang total 3 bulan setelah melahirkan. Berapa pun lamanya masa cuti, ibu mesti memanfaatkan waktu itu sebaik- baiknya demi anak.

 

Persiapan Menjelang Cuti Melahirkan Habis

Sering kali masa cuti melahirkan sudah mau habis tanpa terasa. Tiba-tiba saja sudah waktunya bagi ibu untuk bekerja. Masalahnya, banyak ibu yang cuma berfokus pada persiapan melahirkan, lupa bahwa mesti ada pula persiapan bekerja kembali seusai cuti. Berikut ini beberapa poin persiapan yang bisa dijadikan pedoman.

1. Kembali beradaptasi dengan pekerjaan

Wajar jika ibu sedikit lupa dengan pekerjaannya setelah lama absen dari rutinitas bekerja. Untuk itu, ibu perlu kembali beradaptasi dengan pekerjaan sebelum masa cuti habis. Cara adaptasi tergantung profesi masing-masing. Misalnya bertemu dengan rekan kerja dan mengobrol santai tentang pekerjaan serta suasana terbaru di kantor.

2. Beri tahu atasan

Bagi ibu yang memiliki atasan, beritahukan jadwal kembali kerja kepada atasan itu. Dengan demikian, atasan bisa menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan, termasuk ruang laktasi di kantor. Ruang laktasi adalah ruangan khusus bagi ibu untuk memerah dan menyimpan air susu ibu. Kantor wajib memiliki ruangan ini buat karyawan yang sedang menjalani masa menyusui.

3. Bangun mental

Layaknya persiapan melahirkan, ibu perlu menyiapkan mental untuk kembali bekerja selepas cuti melahirkan. Hari-hari pertama dengan buah hati mungkin membuat mental lelah.

Ditambah gambaran bahwa akan tiba waktunya bekerja, mental bisa makin tertekan. Itu sebabnya ibu perlu menyiapkan mental, misalnya lewat meditasi serta berbicara terbuka mengenai tekanan itu kepada pasangan serta orang-orang terdekat. Konsultasi dokter atau psikolog juga mungkin diperlukan.

Baca Juga:  Persiapan Melahirkan Normal dengan Olahraga Menurut Dokter

4. Temukan pengasuh

Dalam persiapan melahirkan, ibu perlu menemukan dokter dan rumah sakit. Sedangkan ketika bersiap kembali bekerja, ibu mesti menemukan pengasuh dulu. Pengasuh di sini bisa siapa saja. Mungkin ada anggota keluarga yang bisa dimintai bantuan, misalnya orang tua atau mertua. Bisa juga menyewa jasa pengasuh. Yang penting, ada orang yang mampu mengasuh anak di rumah selagi ibu bekerja.

5. Siapkan peralatan laktasi

Anak membutuhkan ASI setidaknya hingga enam bulan awal usianya. Pekerjaan bukan halangan untuk memproduksi, menyimpan, dan memberikan ASI kepada buah hati. Ibu bisa memerah ASI di kantor baik secara manual maupun menggunakan alat pompa. Alat pompa pun ada yang elektrik dan ada yang manual. Peralatan lain yang dibutuhkan termasuk:

  • Cooler bag untuk menyimpan ASI yang sudah diperah
  • Ice pack buat menjaga ASI tidak basi di dalam cooler bag
  • Botol atau kantong untuk wadah ASI
  • Bra khusus menyusui
  • Nursing pad sebagai antisipasi menyerap ASI jika bocor
  • Pensteril botol susu
  • Warmer untuk mencairkan dan menghangatkan ASI

 

Tips Agar Ibu Semangat Bekerja Setelah Melahirkan

Persiapan melahirkan mungkin terasa berat. Begitu juga ketika hendak bersiap meninggalkan buah hati untuk bekerja lagi. Beberapa ibu memang memilih berhenti bekerja untuk berfokus mengasuh anak setelah melahirkan. Tapi ada pula yang memutuskan terus bekerja karena berbagai alasan.

Bagi ibu yang masih belum menemukan semangat bekerja setelah melahirkan, coba ikuti tips ini:

1. Hindari rasa bersalah

Tak apa-apa jika ibu harus meninggalkan anak dengan pengasuh karena harus bekerja. Jangan sampai terbebani rasa bersalah karena itu bakal berpengaruh buruk terhadap mental, juga kinerja di kantor. Walhasil, justru pekerjaan dan kesehatan malah terganggu.

2. Fokuskan diri

Pekerjaan membutuhkan konsentrasi agar hasilnya baik. Maka fokuskan diri untuk pekerjaan itu. Ibu bisa melakukan semacam uji coba kerja dulu di rumah sebelum benar-benar masuk kantor. Jadi fokus dan gairah bekerja bisa terbangun sejak dari rumah.

Baca Juga:  Plasenta Akreta Dalam Kehamilan

3. Bicarakan dengan pasangan

Kerja sama ibu dan pasangan penting tidak hanya dalam hal persiapan melahirkan. Untuk bersiap bekerja, ibu pun butuh dukungan pasangan. Karena itu, bicarakanlah segala hal terkait dengan persiapan bekerja dengan pasangan. Jangan ragu minta bantuan demi kebaikan buah hati.

4. Awali dengan perlahan

Tak perlu buru-buru mengambil banyak pekerjaan saat awal-awal kembali bekerja setelah melahirkan. Yang ada malah pekerjaan yang bertumpuk menambah beban pikiran. Mulailah pekerjaan dengan perlahan selama masa transisi selepas cuti melahirkan.

5. Konsultasi dengan Dokter Bila Diperlukan

Sejumlah penelitian menemukan sindrom yang dialami ibu setelah melahirkan. Sindrom ini memunculkan rasa cemas, khawatir, dan takut terkait dengan kehadiran buah hati. Ibu bisa berkonsultasi dengan dokter jika merasa mengalami sindrom tersebut.

Konsultasi dokter tak hanya penting sebagai persiapan melahirkan. Saran medis dari dokter juga akan berguna bagi ibu yang hendak kembali bekerja setelah mendapatkan anugerah buah hati.

 

Narasumber

dr. Sri Kusumawati, Sp. OG

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan

Primaya Hospital Betang Pambelum

 

Referensi:

Returning to work one year after childbirth: data from the mother-child cohort EDEN. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3566292/. Diakses 12 September 2021

Women’s employment patterns after childbirth and the perceived access to and use of flexitime and teleworking. https://journals.sagepub.com/doi/full/10.1177/0018726717713828. Diakses 12 September 2021

To Work or Not to Work: What Will You Do After Baby Comes? https://www.webmd.com/baby/features/to-work-or-not-to-work-the-new-mom-dillema#1. Diakses 12 September 2021

Postpartum depression symptoms in survey-based research: a structural equation analysis. https://bmcpublichealth.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12889-020-09999-2. Diakses 12 September 2021

Journey to Motherhood in the First Year After Child Birth. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5241359/. Diakses 12 September 2021

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.