Tips Memilih Dokter Obgyn untuk Konsultasi Kehamilan

Tips Memilih Dokter Obgyn untuk Konsultasi Kehamilan

Buat ibu hamil, salah satu pekerjaan rumah pertamanya adalah menemukan dokter obgyn yang tepat. Selama sembilan bulan ke depan, dokter inilah yang akan membantu ibu hamil dalam menjalani masa kehamilan hingga tiba waktunya bersalin. Karena itu, sebaiknya tentukan pilihan dengan baik dan penuh pertimbangan karena hamil dan melahirkan merupakan masa-masa yang krusial bagi orang tua, terutama sang ibu.

 

Mengenal Dokter Obgyn

Mungkin orang sudah banyak mendengar istilah dokter obgyn. Tapi apa sebenarnya obgyn itu? Obgyn adalah kependekan dari obstetrics and gynecology alias obstetri dan ginekologi dalam bahasa Indonesia. Lalu apa yang dimaksud dengan obstetri dan ginekologi?

Obstetri adalah ilmu kedokteran yang berfokus pada kehamilan, persalinan, dan periode pasca-persalinan. Dokter obstetri memberikan perawatan bagi ibu hamil dan janin. Mereka membantu persalinan dan menolong ibu memulihkan kondisi mental serta fisik yang terkuras selama kehamilan dan persalinan. Dokter ini tidak menangani masalah kesehatan di luar kehamilan.

Sedangkan ginekologi adalah praktik kedokteran yang berkaitan dengan kesehatan sistem reproduksi perempuan. Ginekolog alias dokter ahli ginekologi tidak membantu persalinan ataupun merawat ibu hamil. Mereka lebih berfokus pada kesehatan organ reproduksi perempuan. Namin seringnya ginekolog juga merupakan dokter obstetri. Karena itulah muncul istilah dokter obgyn, yaitu dokter yang ahli dalam bidang obstetri dan sekaligus ginekologi.

 

Penyakit Apa Saja yang Dapat Ditangani oleh Dokter Obgyn

Dokter obgyn melayani konsultasi dan pemeriksaan seputar kehamilan hingga persalinan. Mereka juga dapat menangani sejumlah penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi wanita, termasuk:

  • Masalah kesuburan/ sulit hamil
  • Infeksi saluran kemih atau organ reproduksi lain
  • Kanker ovarium, kanker serviks
  • Masalah menstruasi
  • Penyakit menular seksual
  • Menopause
  • Keputihan yang tak biasa
  • Radang panggul
  • Kista
  • Masalah hormonal
  • Gangguan seksual, termasuk masalah dalam hubungan seksual seperti kurangnya libido

 

Tindakan Medis yang Dapat Dilakukan

Dokter obgyn dapat menjalankan sejumlah tindakan medis yang diperlukan untuk menangani pasien. Berikut ini beberapa contoh prosedur dan operasi yang bisa dilakukan dokter obstetri dan ginekologi:

  • Persalinan Normal s.d Operasi Sesar
  • Pemasangan Alat Kontrasepsi seperti Spiral/IUD, sampai operasi steril
  • Adhesiolisis: prosedur untuk menghilangkan perlekatan jaringan parut di area perut atau panggul
  • Biopsi serviks: pengambilan sampel jaringan serviks untuk pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium
  • Kolporafi: operasi untuk memperbaiki dinding vagina
  • Kolposkopi: prosedur diagnostik untuk memeriksa secara visual kondisi serviks dan dinding vagina menggunakan alat bernama kolposkop
  • Dilatasi dan kuretase: pelebaran serviks dan pengangkatan sebagian lapisan dan/atau isi rahim lewat prosedur operasi dengan alat kuret
  • Ablasi endometrium: pengangkatan atau peluruhan jaringan yang melapisi rahim
  • Biopsi endometrium: pengambilan sampel jaringan endometrium untuk memeriksa kemungkinan kanker
  • Histerektomi: prosedur pengangkatan rahim
  • Histerosalpingografi: pemeriksaan radiologi terhadap kondisi rahim dan saluran tuba
  • Histeroskopi: prosedur pemeriksaan dengan alat histeroskop untuk memeriksa kondisi bagian dalam rahim
  • Miomektomi: operasi untuk mengangkat tumor jinak pada rahim
  • Kistektomi: operasi untuk mengangkat kista ovarium
  • Laparoskopi: Operasi dengan luka sayatan kecil dan memakai kamera utk pengkatan kista, mioma, hamil ektopik/ di luar rahim s.d angkat rahim.

 

Tips Memilih Dokter Obgyn yang Tepat

Memilih dokter obgyn tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut ini enam tips untuk memilih dokter obgyn:

1. Cari referensi

Referensi bisa datang dari mana saja. Yang utama tentu keluarga dan sahabat. Tanyakan soal dokter obgyn berdasarkan pengalaman pribadi mereka, bukan dari orang lain. Referensi dari forum online juga bisa. Tapi ingat, dokter yang dibilang bagus oleh satu orang belum tentu sama buat orang lain. Begitu pula sebaliknya.

2. Cek kredensialnya

Kredensial adalah surat atau keterangan yang menyatakan bahwa dokter itu telah tersertifikasi dan terdaftar. Pastikan namanya ada di Konsil Kedokteran Indonesia. Selain itu, periksa riwayat kinerjanya, termasuk prosedur apa saja yang pernah dijalankan, di situs-situs online. Bila perlu, telepon rumah sakit tempat dokter itu berpraktik untuk menanyakan informasi terkait.

Ada beberapa cabang keahlian khusus lebih lanjut, yang diperoleh dengan pendidikan lanjutan setelah pendidikan Spesialis. Keahlian ini disebut sebagai Konsultan Subspesialis. Di bidang Obstetri dan ginekologi ada beberapa konsultan/ subspesialis:

– Fetomaternal: fokus pada konfirmasi deteksi kelainan janin dengan USG, menangani kehamilan dengan penyakit penyerta yang sangat berat, misalkan gagal jantung, atau masalah penyerta lain.

– Endokrin dan Fertilitas: fokus pada masalah hormonal yang berat dan program teknologi reproduksi berbantu

– Onkologi: fokus pada tindakan operasi ┬ádan terapi kanker (tumor ganas) organ kandungan

– Uroginekologi Rekonstruksi: fokus pada rekonstruksi kerusakan fungsi organ reproduksi.

– Obstetri Sosial: fokus pada penyusunan sistem perujukan kasus dan pelatihan-pelatihan terhadap dokter, bidan dan nakes terkait bidang obstetri dan ginekologi.

3. Pertimbangkan pengalaman dokter

Rumusnya sederhana. Makin berpengalaman seorang dokter, biasanya makin baik penanganannya. Terlebih bila ibu hamil memiliki kondisi medis tertentu yang membutuhkan perhatian medis ekstra, misalnya kehamilannya tergolong berisiko. Meski demikian, bukan berarti dokter baru tidaklah bagus. Kuncinya adalah menyesuaikan kondisi kehamilan dengan spesialisasi dokter obgyn.

4. Tes cara komunikasinya

Sebelum memantapkan pilihan, kenali kemampuan komunikasi dokter itu. Komunikasi amatlah penting dalam hubungan pasien dengan dokter obgyn. Sebaiknya pilih dokter yang enak diajak bicara terbuka dan membuat Anda nyaman.

5. Cek tempat praktik

Ada baiknya memilih dokter obgyn yang berpraktik di rumah sakit yang bereputasi dan lokasinya mudah serta cepat dijangkau. Peralatan dan fasilitas di rumah sakit turut menentukan keberhasilan penanganan dokter terhadap pasien. Soal lokasi, dengan memilih rumah sakit yang dekat, Anda bisa lebih cepat datang ke sana ketika hendak bersalin atau mendapati masalah dalam kehamilan.

 

Kapan Saya Harus ke Dokter Obgyn?

Dokter obgyn tidak hanya menangani urusan kehamilan dan persalinan. Anda bisa mendatangi dokter obgyn untuk memeriksakan diri seputar sistem reproduksi. Tanda Anda perlu berkonsultasi dengan dokter obgyn antara lain:

  • Muncul keputihan yang tampak tidak normal, misalnya jumlahnya banyak dan berbau
  • Merasa vagina gatal atau seperti terbakar
  • Selalu merasa sakit yang hebat ketika menstruasi
  • Menstruasi tidak teratur
  • Emosi berlebih menjelang menstruasi
  • Merasakan sakit saat berhubungan seksual
  • Ada masalah di sekitar panggul
  • Ingin memakai kontrasepsi yang tepat
  • Sulit hamil
  • Benjolan di perut bawah
  • Benjolan di vagina

 

Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum ke Dokter Kandungan di Tengah Covid-19?

Kunci mengamankan diri saat hendak berkonsultasi atau memeriksakan diri ke dokter obgyn di tengah pandemi Covid-19 adalah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Kementerian Kesehatan telah memberikan panduan mengenai hal tersebut.

Pastikan mengenakan masker dengan benar, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun plus air mengalir. Bawa hand sanitizer sendiri untuk berjaga-jaga bila tak menemukan sabun dan air. Sebaiknya datang ke dokter dengan kendaraan pribadi untuk mengurangi kontak dengan orang lain di perjalanan.

Ketika di rumah sakit, pastikan menjalani screening sebelum memasuki ruang praktik dokter obgyn. Ibu hamil tetap perlu memeriksakan kandungan walau pandemi Covid-19 belum berakhir.

 

Narasumber:

dr. M Ridwan Mahmuddin, Sp.OG

Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan

Primaya Evasari Hospital

 

Referensi:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3898439/

https://infeksiemerging.kemkes.go.id/download/Protokol_B-4_Petunjuk_Praktis_Layanan_Kesehatan_Ibu_dan_BBL_pada_Masa_Pandemi_COVID-19.pdf

 

Bagikan ke :