Awas, Perhatikan Gejala Kanker Tulang

Gejala Kanker Tulang

Dunia memperingati Hari Kanker Tulang setiap tanggal 11 April. Peringatan itu bertujuan menyadarkan masyarakat akan bahaya kanker tulang, termasuk memberikan informasi mengenai gejala kanker tulang yang kerap tak diketahui. Menurut Yayasan Kanker Indonesia, prevalensi kanker tulang di Indonesia terus meningkat sejak 2010, terutama pada anak-anak.

Kanker tulang adalah gangguan kesehatan berupa tumbuhnya sel kanker atau tumor ganas di daerah sarkoma, yakni tulang, otot, jaringan ikat, pembuluh darah, dan lemak. Di Indonesia, jenis kanker ini salah satu yang paling sering menimpa anak-anak bersama kanker darah, kanker mata, kanker sel saraf, kanker kelenjar getah bening, dan kanker tenggorokan. Gejala kanker tulang ini sering didapati pada anak menjelang usia remaja atau di atas 10 tahun hingga dewasa.

Berdasarkan kemunculannya, kanker tulang dibedakan menjadi dua, yakni kanker tulang primer dan kanker tulang sekunder. Kanker tulang primer terjadi ketika sel kanker tumbuh langsung dari dalam tulang. Sedangkan kanker tulang sekunder muncul akibat dampak kanker lain, misalnya kanker paru-paru atau kanker payudara. Adapun menurut lokasi tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh terdapat tiga jenis kanker tulang, yaitu:

  • Osteosarcoma: tumor ganas tumbuh dari jaringan osteoid pada tulang, umumnya di lengan atas atau lutut
  • Chondrosarcoma: sel kanker tumbuh dari jaringan tulang rawan, umumnya di kaki bagian atas, panggul, atau bahu
  • Ewing sarcoma: sel kanker berasal dari jaringan lunak, misalnya lemak, otot, dan pembuluh darah. Umumnya menyerang panggul, tulang punggung, lengan, dan kaki
Baca Juga:  Terapi Gelombang Kejut Shock Wave Therapy (ESWT)

Gejala Kanker Tulang Pada Fisik

Dalam rangka pencegahan, masyarakat mesti memahami gejala kanker tulang. Gejala kanker ini ada yang terlihat secara fisik atau kasatmata, tapi ada pula yang tak terlihat. Gejala kanker tulang pada fisik yang utama adalah pembengkakan pada bagian tulang yang terkena kanker.

Pembengkakan ini kadang dibarengi dengan munculnya warna merah pada kulit. Bila sel kanker menyerang bagian tulang di sekitar sendi, ada kemungkinan penderitanya sulit menggerakkan bagian tersebut. Rasa nyeri yang muncul sebagai gejala kanker tulang biasanya diawali dengan perasaan lunak pada tulang yang terserang. Rasa nyeri ini bisa muncul dan hilang secara terus-menerus, terutama pada malam hari dan saat beristirahat.

Gejala Kanker Tulang yang Tidak Terlihat

Selain yang terlihat, terdapat gejala kanker tulang yang tak terlihat, seperti:

  • Penurunan berat badan padahal asupan makanan normal
  • Demam tinggi hingga 38 derajat Celsius
  • Rasa lelah yang sangat padahal sudah beristirahat
Baca Juga:  Plasenta Akreta Dalam Kehamilan

Dalam beberapa kasus, sel kanker ini bisa melemahkan dan membuat tulang rapuh sehingga mudah retak atau patah jika cedera. Gejala kanker tulang ini kerap disalahartikan sebagai artritis.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Timbul Gejala Kanker Tulang?

Rasa nyeri dan pembengkakan tidak selalu menandakan gejala kanker tulang. Anda harus mengamati gejala lain baik yang terlihat maupun yang tak terlihat. Orang yang rentan mengalami kanker tulang adalah yang tidak menerapkan pola hidup sehat, seperti sering merokok, begadang, dan kurang berolahraga.

Faktor pemicu lainnya antara lain kerap menjalani terapi radiasi eksternal, punya cacat tulang turunan dan implan logam, serta genetik. Bila Anda sedang dalam pengobatan kanker dengan dosis tinggi, kanker tulang juga berpotensi muncul.

Anda sebaiknya segera menemui dokter bila punya faktor pemicu tersebut untuk mengetahui lebih pasti. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menjalankan tes terkait dengan gejala kanker tulang yang dikeluhkan, antara lain:

  • Biopsi: pemeriksaan sampel jaringan dari tulang untuk mendeteksi jenis kanker dan tingkat keparahan
  • Sinar-X: pemeriksaan untuk melihat ada-tidaknya pertumbuhan tulang yang tidak wajar akibat tumor ganas
  • Scan: pemeriksaan untuk mengetahui kondisi tulang, termasuk lokasi sel kanker yang tumbuh di dalamnya
Baca Juga:  MENARI (Meraba Nadi Sendiri) Dapat Cegah Penyakit Gangguan Irama Jantung

Waktu pemeriksaan menentukan penanganan lebih lanjut terhadap kanker tulang yang diderita. Makin dini diketahui, kanker tulang akan lebih tertangani oleh dokter.

 

Ditinjau oleh :

Dr. Arrio Yusman, Sp.OT

Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi

Primaya Hospital Bekasi Barat

 

Sumber:

https://www.webmd.com/cancer/ss/slideshow-bone-cancer-guide

http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/stroke/3-jenis-kanker-tulang-primer

http://yayasankankerindonesia.org/article/mewaspadai-bahaya-kanker-tulang

Bagikan ke :