• Ambulance
  • 150 108
  • Chatbot

Jangan Panik! Menangani Demam dengan Bijak dan Efektif

Jangan Panik! Menangani Demam dengan Bijak dan Efektif

Demam adalah salah satu gejala umum berbagai penyakit yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh. Terkadang demam bukanlah pertanda adanya kondisi yang serius, tetapi ada kemungkinan naiknya suhu tubuh menandakan penyakit yang membahayakan. Penting untuk memahami bagaimana demam bisa terjadi dan cara mengatasinya demi mengantisipasi risiko tersebut.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Demam

Suhu tubuh normal manusia berkisar 36-37 derajat Celsius. Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh meningkat di atas level tersebut. Kenaikan suhu merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi atau kondisi lain yang mempengaruhi keseimbangan termal. Demam sendiri bukanlah penyakit, melainkan suatu tanda bahwa tubuh mengalami masalah.

Demam dapat diklasifikasikan berdasarkan pola terjadinya perubahan suhu tubuh, antara lain:

  • Demam intermiten: suhu tubuh dapat turun sampai ke tingkat normal setiap hari, dengan perbedaan suhu 0,3-1,4 derajat Celcius.
  • Demam remiten: suhu tubuh dapat turun setiap hari tetapi tidak pernah mencapai suhu normal, dengan perbedaan suhu 0,3-1,4 derajat Celcius.
  • Demam hektik: demam dengan perbedaan suhu tubuh setiap hari lebih dari 1,4 derajat Celcius.
  • Demam kontinu: kenaikan suhu tubuh berlangsung secara terus-menerus.
  • Demam relaps: demam disertai dengan suhu tubuh yang normal selama beberapa hari hingga beberapa minggu.

Demam juga bisa dibedakan menurut tingkat kenaikan suhu, yaitu:

  • Ringan: 37,3-38 derajat Celsius
  • Sedang: 38,1-39 derajat Celsius
  • Tinggi: 39,1-41 derajat Celsius atau lebih
  • Hiperpireksia: di atas 41 derajat Celsius

Berdasarkan durasi, demam bisa dikelompokkan menjadi:

  • Akut: kurang dari 7 hari
  • Sub-akut: 7-14 hari
  • Kronis: lebih dari 14 hari

 

Gejala

Demam ditandai dengan pemingkatan suhu tubuh di atas 37,2 derajat Celcius. Kenaikan suhu ini diiringi bisa disertai gejala lain seperti:

  • Menggigil
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan sendi
  • Mual dan muntah
  • Keringat berlebih
  • Wajah merona merah
  • Rewel (pada bayi)
Baca Juga:  Anemia Defisiensi Besi: Gejala, Mencegah dan Mengobati

 

Penyebab

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan demam. Berikut ini beberapa penyebab demam secara umum:

  • Infeksi virus, bakteri, parasit, atau jamur
  • Peradangan
  • Efek samping obat
  • Cedera atau trauma
  • Kanker, terutama leukemia dan limfoma
  • Gangguan autoimun, misalnya lupus
  • Gangguan kelenjar tiroid
  • Reaksi alergi

 

Cara Dokter Mendiagnosis Demam

Dokter akan menegakkan diagnosis dengan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, serta menjalankan pemeriksaan diagnostik lain yang sesuai. Lewat anamnesis dokter bisa memperoleh informasi tentang gejala yang dialami dan riwayat sakit yang pernah diderita.

Dokter juga akan memeriksa tanda-tanda vital, seperti denyut nadi, tekanan darah, suhu tubuh, serta pemeriksaan fisik lainnya. Pemeriksaan diagnostik lain bisa dilakukan sesuai indikasi. Pemeriksaan tersebut  mencakup pemeriksaan darah, urine, kultur bakteri, pemeriksaan serologi, serta pemeriksaan radiologi.

 

Cara Mengatasi Demam

Demam biasanya berlangsung selama 3-5 hari dan kebanyakan orang bisa pulih dari demam ringan dengan menjalani perawatan mandiri di rumah. Prosedur penanganan di rumah biasanya mencakup:

  • Minum banyak air putih dan cairan elektrolit
  • Beristirahat yang cukup
  • Menjaga ruangan tetap sejuk
  • Menggunakan pakaian yang nyaman dan ringan
  • Kompres dengan air hangat
  • Mengganti seprai dan sarung bantal-guling secara berkala, terutama jika basah karena keringat

Jika demam berkepanjangan dan disertai gejala yang mengkhawatirkan, terutama pada bayi dan anak-anak, diperlukan penanganan dokter.

 

Komplikasi

Demam ringan dan sedang bisa menyebabkan komplikasi jika tidak mendapat penanganan yang tepat. Demam tinggi yang terjadi mendadak atau berkepanjangan bisa membahayakan atau mengancam jiwa. Dalam situasi ekstrem, demam parah bisa mengakibatkan kerusakan otak, koma, atau kematian.

Baca Juga:  Pernah Keracunan Makanan? Kenali Botulisme

Pada pasien dengan kondisi tertentu, demam juga dapat menimbulkan ancaman bagi jiwa. Pasien dengan penurunan sistem imun yang mengalami penyakit seperti pneumonia, misalnya, berisiko mengalami kondisi yang lebih parah jika tidak tertangani.

 

Pencegahan

Berikut ini sejumlah langkah untuk membantu mencegah demam:

  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara berkala untuk mencegah infeksi penyebab demam
  • Mendapatkan vaksin untuk melawan penyakit penyebab demam seperti flu dan hepatitis
  • Menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit
  • Mengonsumsi makanan yang sehat dengan pola makan gizi seimbang
  • Minum air putih yang cukup
  • Rutin berolahraga
  • Menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan

 

Kapan Harus ke Dokter?

Umumnya demam adalah reaksi alami tubuh yang bisa hilang sendiri dalam beberapa hari. Jika suhu tidak kunjung turun atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang tepat.

 

Reviewer

dr. Anna Gozali, Sp.PD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Evasari Hospital

Referensi:

  • Fever. https://www.britannica.com/science/fever. Diakses 14 Mei 2023
  • Fever in children. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/infections-and-poisoning/fever-in-children/. Diakses 14 Mei 2023
  • Fever. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/symptoms-causes/syc-20352759. Diakses 15 Mei 2023
  • Fever, Chills, and Night Sweats. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK324/. Diakses 14 Mei 2023
  • The Dangers of a High Fever. https://share.upmc.com/2016/10/fever-treatment-guidelines/. Diakses 14 Mei 2023
  • Risk factors and common complications of fever. https://www.mymed.com/diseases-conditions/fever-temperatures/risk-factors-and-common-complications-of-fever. Diakses 14 Mei 2023
  • The pathophysiological basis and consequences of fever. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4944485/. Diakses 14 Mei 2023
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Search

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.