• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Biopsi Prostat untuk Mengetahui Keberadaan Kanker Prostat

Biopsi Prostat untuk Mengetahui Keberadaan Kanker Prostat

Kanker prostat adalah salah satu jenis kanker yang tak menunjukkan gejala terutama pada stadium awal. Sel kanker umumnya baru diketahui keberadaannya lewat pemeriksaan atau screening di rumah sakit. Biopsi prostat menjadi satu-satunya cara terbaik untuk menegakkan diagnosis kanker prostat secara akurat.

 


Mengenal Biopsi Prostat

Prostat adalah organ sistem reproduksi yang berada di bawah kandung kemih dan di depan rektum. Kelenjar sebesar kacang kenari ini mengelilingi sebagian saluran uretra yang menjadi jalur keluarnya sperma dan urine pada pria. Kanker prostat terjadi ketika ada pertumbuhan sel yang tidak normal pada organ tersebut. Lewat biopsi prostat, kanker ini dapat dideteksi untuk kemudian ditangani sebelum sel kanker kian menyebar dan mengancam jiwa pasien.

Biopsi adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengambil sampel dari suatu jaringan tubuh untuk kemudian diamati di bawah mikroskop. Pengamatan ini bertujuan mengetahui kondisi jaringan tersebut, termasuk apakah ada pertumbuhan sel kanker yang membahayakan. Dalam prosesnya, dokter spesialis urologi mengambil sampel jaringan prostat untuk mendiagnosis kanker prostat.

Dokter biasanya memanfaatkan ultrasonografi (USG) atau pencitraan resonansi magnetik (MRI) atau kombinasi keduanya untuk melihat prostat saat biopsi dilakukan. Dokter dengan cepat memasukkan jarum yang kecil dan berlubang ke dalam prostat untuk mengambil jaringan prostat. Terdapat dua macam metode yang lazim digunakan untuk memasukkan jarum biopsi, yaitu melalui dubur (transrektal) atau kulit di antara kantong buah zakar dan anus (transperineal). Prosedur ini dilakukan beberapa kali, biasanya hingga 12 kali, untuk mendapatkan sampel jaringan dari beberapa bagian prostat.

Biopsi prostat biasanya dilakukan dengan prosedur anestesi lokal pada area sekitar prostat. Namun tindakan ini tidak menyebabkan rasa sakit karena alat biopsi dilengkapi dengan pegas sehingga pengambilan sampel jaringan dapat dilakukan dengan sangat cepat.

 

Siapa Saja yang Memerlukan Biopsi Prostat?

Seseorang mungkin memerlukan biopsi prostat jika memiliki risiko kanker prostat. Dalam hal ini, pasien perlu berdiskusi dulu dengan dokter mengenai kondisi yang dialami. Dokter lantas akan melakukan serangkaian pemeriksaan dan mempertimbangkan riwayat kesehatan pasien, termasuk:

  • Usia dan harapan hidup
  • Riwayat urologi
  • Risiko infeksi individu
  • Komoborditas (penyakit lain yang sedang diderita)
  • Kenaikan level prostate-specific antigen (PSA) dalam darah dari waktu ke waktu

 

Kapan Seseorang Memerlukan Biopsi Prostat?

Kanker prostat kadang bermula dari gangguan prostat berupa pembesaran prostat. Pembesaran prostat sendiri tergolong sebagai kanker jinak (benign). Karena itu, pasien yang memiliki keluhan pembesaran prostat seperti mungkin memerlukan biopsi. Tapi kondisi tiap pasien berbeda-beda sehingga dibutuhkan pemeriksaan pendahuluan.

Baca Juga:  Operasi TURP: Solusi untuk Gangguan Prostat

Dokter mungkin akan meminta pasien menjalani biopsi prostat bila hasil serangkaian pemeriksaan atau tes menunjukkan ada risiko tinggi kanker prostat. Tes itu antara lain tes darah PSA dan pemeriksaan rektal digital. Seseorang bisa jadi memerlukan biopsi prostat jika level PSA dalam darah meningkat atau ada benjolan abnormal yang ditemukan dalam pemeriksaan rektal digital. Opsi lain sebelum biopsi adalah USG untuk mendapatkan gambar prostat dengan lebih detail.

 

Manfaat/Tujuan

Biopsi prostat adalah satu-satunya cara untuk menentukan apakah seseorang terkena kanker prostat dan, jika terkena, seberapa agresif pertumbuhan sel kanker itu. Hasil biopsi memang tidak selalu konklusif, tapi pasien bisa merasa lebih lega ketika tahu ia mengalami kanker atau tidak. Jika dokter menyatakan ada kanker prostat, pasien bisa segera menjalani perawatan. Penanganan kanker prostat seringkali terlambat karena sel kanker baru terdeteksi setelah mencapai tahap lanjut sehingga peluang pemulihan lebih kecil.

 

Persiapan Sebelum Menjalani Pemeriksaan

Persiapan biopsi prostat terbilang sederhana. Pasien biasanya perlu berpuasa selama 6 jam sebelum tindakan. Dokter akan menginformasikan ihwal perlu-tidaknya puasa dan berapa lama puasa diperlukan. Biasanya dokter menyarankan pasien hanya makan makanan ringan dan minum air putih sebelum tindakan.

Selain itu, pasien diminta tidak mengonsumsi obat yang mengandung pengencer darah seperti aspirin, ibuprofen, dan warfarin karena obat-obatan ini bisa meningkatkan risiko perdarahan. Untuk mengurangi risiko infeksi, pasien juga akan diminta meminum obat antibiotik beberapa hari sebelum prosedur berlangsung.

 

Prosedur dan Pelaksanaan

Sebelum biopsi dilakukan, dokter akan memberikan anestesi lokal untuk membuat area yang akan dimasuki jarum mati rasa. Proses selanjutnya bergantung pada metode yang digunakan untuk mengambil sampel jaringan. Jika memakai metode transrektal, pasien akan diminta berbaring dalam posisi miring. Lalu dokter memasukkan alat USG atau MRI ke rektum untuk mendapatkan gambar kelenjar prostat. Berdasarkan gambar itu, dokter lantas mengambil sampel biopsi dari jaringan prostat.

Adapun bila memakai metode transperineal, dokter akan membuat lubang kecil dulu pada kulit di antara anus dan skrotum. Lalu jarum biopsi dimasukkan lewat lubang tersebut untuk mengambil sampel jaringan prostat. Proses biopsi prostat biasanya berlangsung 10-30 menit atau lebih, tergantung metode yang digunakan dan seberapa banyak sampel jaringan yang perlu diambil.

Baca Juga:  Diagnosis Penyakit Hematuria atau Kencing Mengandung Darah

 

Perawatan Pasca Pemeriksaan

Pasien hanya perlu menjalani pemulihan selama beberapa jam di rumah sakit seusai biopsi. Pasien tidak perlu menjalani rawat inap. Tapi bisa jadi dokter meminta pasien opname selama 24 jam untuk memantau kondisinya lebih lanjut. Untuk mempercepat pemulihan, pasien harus:

  • Minum air putih yang cukup agar tidak dehidrasi
  • Menghindari minum alkohol
  • Tidak melakukan aktivitas berat selama setidaknya 5 hari pasca-tindakan
  • Tidak berhubungan seksual selama 3 hari setelah tindakan
  • Meminum obat pereda nyeri sesuai dengan arahan dokter

 

Adakah Efek Samping?

Selama beberapa hari seusai prosedur, pasien mungkin merasa sedikit nyeri pada area tubuh yang dimasuki jarum biopsi. Urine dan tinja yang dikeluarkan juga biasanya akan berwarna kemerahan karena ada darah. Bila biopsi memakai metode transrektal, ada kemungkinan darah keluar sedikit dari rektum, terutama bila pasien mengalami hemoroid atau wasir. Beberapa pasien juga melaporkan efek samping berupa sperma yang bercampur darah atau berwarna merah kecokelatan selama beberapa minggu setelah biopsi.

 

Biopsi Prostat di Primaya Hospital

Primaya Hospital menyediakan layanan biopsi prostat oleh para dokter berpengalaman dengan berbagai pilihan metode dan teknologi terkini untuk dapat mendeteksi kanker dengan lebih baik. Banyak pasien merasa tidak perlu menjalani biopsi prostat meski ada risiko yang ditemukan dalam pemeriksaan, terutama terkait dengan pembesaran prostat. Padahal kanker prostat kerap muncul tanpa gejala yang kentara. Primaya Hospital dapat membantu mendeteksi dini kanker ini dengan layanan biopsi yang lengkap, aman, dan akurat.

 

Reviewed by

dr. Irfan firmansyah, SpU

Dokter Spesialis Urologi

Primaya Hospital Bekasi Utara

Referensi:

  • Ultrasound- and MRI-Guided Prostate Biopsy. https://www.radiologyinfo.org/en/info/prostate-biopsy. Diakses 19 Juli 2022
  • Current techniques of prostate biopsy: an update from past to present. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7354294/. Diakses 19 Juli 2022
  • Optimization of Prostate Biopsy: Review of Technique and Complications. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4151475/. Diakses 19 Juli 2022
  • Transrectal ultrasound scan (TRUS) and biopsy for prostate cancer. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/cancer-in-general/tests/transrectal-ultrasound-guided-trus-biopsy. Diakses 19 Juli 2022
  • Prostate biopsy. https://www.uptodate.com/contents/prostate-biopsy?topicRef=97482&source=related_link. Diakses 19 Juli 2022
  • A review of optimal prostate biopsy: indications and techniques. https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/1756287219870074
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.