Imunisasi Hepatitis B, Manfaat, dan Kapan Vaksin Hepatitis B Diberikan

Imunisasi Hepatitis B, Manfaat, dan Kapan Vaksin Hepatitis B Diberikan

Imunisasi dasar penting untuk melindungi tubuh dari ancaman virus sesuai dengan rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan. Terdapat beberapa vaksin yang diwajibkan bagi anak-anak pada usia tertentu. Salah satunya vaksin hepatitis B.

Hepatitis B adalah infeksi viral yang menyerang hati dan dapat menyebabkan penyakit kronis dan akut. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan global dan merupakan tipe hepatitis yang paling serius. Diperkirakan sekitar 780.000 orang di seluruh dunia meninggal akibat dampak hepatitis B, antara lain sirosis hati dan kanker hati. Risiko ini bisa ditekan lewat imunisasi.

Vaksin hepatitis B dapat melawan virus hepatitis B yang sangat menular dan bisa menyebar lewat kontak dengan darah atau cairan tubuh lain dari penderita. Virus hepatitis B bisa bertahan hingga setidaknya tujuh hari di luar tubuh manusia. Bagi tenaga medis, virus ini merupakan salah satu ancaman kesehatan di tempat kerja.

Apa Manfaat Vaksin Hepatitis B

Vaksin hepatitis B efektif dan aman untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B. WHO merekomendasikan semua bayi mendapat imunisasi vaksin hepatitis B segera setelah lahir, paling lama 24 jam sesudah kelahiran. Pemberian vaksin ini menjadi indikator keberhasilan program imunisasi di suatu negara.

Perlindungan vaksin hepatitis B menurut penelitian bisa sampai setidaknya 20 tahun. Bahkan ada kemungkinan vaksin tetap efektif seumur hidup. Bagi negara miskin dan berkembang, WHO mendesak agar imunisasi digalakkan sesuai dengan situasi epidemiologi wilayah masing-masing.

Baca Juga:  Critical Illness: Stroke

Penyakit yang berkaitan dengan virus hepatitis B, terutama sirosis hati dan kanker hati. Berdasarkan data WHO, sirosis hati masuk 20 besar penyakit paling mematikan di seluruh dunia. Adapun kanker hati adalah kanker yang paling banyak nomor enam di seluruh dunia.

Pemberian vaksin hepatitis B bermanfaat untuk menekan risiko penyakit-penyakit tersebut. Tubuh akan mendapat pertolongan dari vaksin itu untuk membentuk antibodi guna melawan virus yang masuk ke tubuh.

Kapan Imunisasi Hepatitis B Dapat Diberikan?

Secara umum, imunisasi hepatitis B bisa diberikan kapan pun. Khusus bayi yang baru lahir wajib mendapat vaksin hepatitis B. Ikatan Dokter Anak Indonesia menyebutkan waktu terbaik untuk memberikan vaksin ini adalah dalam 12 jam setelah lahir.

Imunisasi itu kemudian diikuti dengan pemberian vaksin hepatitis B monovalen pada usia 0, 1, dan 6 bulan. Adapun vaksin hepatitis B diberikan kepada bayi bersamaan dengan imunoglobulin hepatitis B (HBlg) pada bagian tubuh lain jika ibu yang melahirkan merupakan HBsAG positif.

Jika imunisasi hepatitis B dikombinasikan dengan vaksin difteri, tetanus, dan pertusis aselular (DTPa), jadwal vaksinasi adalah 0, 2, 4, dan 6 bulan. Sedangkan jika dikombinasikan DTPw, jadwalnya 0, 2, 3, dan 4 bulan.

Baca Juga:  Terlambat Imunisasi Anak? Ini Dampak yang Wajib Kamu Ketahui 

Bagi bayi prematur, ada sejumlah faktor yang mesti dilihat sebelum memberikan imunisasi hepatitis B. Di antaranya berat badannya. Vaksin baru bisa diberikan ketika bobot bayi sudah 2.000 gram atau usianya 2 bulan.

Berapa Kali Imunisasi Hepatitis B Diberikan?

Tidak ada ketentuan maksimal pemberian imunisasi hepatitis B. Bayi umumnya menerima vaksin hepatitis B hingga 4 kali sampai usianya 6 bulan, tergantung kondisi dan vaksin lain yang diberikan. Yang pasti, vaksin harus diberikan sesaat setelah bayi lahir.

Meski begitu, anak remaja hingga dewasa juga boleh menerima imunisasi hepatitis B. Terutama bila ada risiko terpapar virus hepatitis. Orang-orang itu misalnya:

  • Sedang dalam pemeriksaan penyakit menular seksual
  • Berbagi jarum suntik atau alat injeksi lain
  • Melakukan hubungan suami-istri dengan orang yang terinfeksi hepatitis B
  • Tenaga medis yang rentan terpapar virus di tempat kerja
  • Penghuni lembaga pemasyarakatan
  • Korban kekerasan seksual
  • Wisatawan yang hendak datang ke daerah yang memiliki kasus hepatitis B tinggi
  • Pengidap infeksi HIV, diabetes, atau ginjal
  • Tinggal dengan pengidap hepatitis B

Efek Samping Vaksin Hepatitis B

Semua obat umumnya memiliki efek samping, termasuk vaksin hepatitis B. Program imunisasi yang digalakkan mesti diikuti dengan sosialisasi mengenai efek samping vaksin ini. Efek samping vaksin hepatitis B tergolong ringan dan bisa hilang tanpa perawatan medis, walau ada kemungkinan dampak yang lebih serius.

Baca Juga:  Imunisasi Campak, Manfaat, dan Kapan Vaksin Campak Diberikan

Efek samping imunisasi itu meliputi:

  • Luka pada bagian tubuh yang disuntik
  • Demam
  • Nyeri pada sekitar tubuh yang disuntik
  • Alergi

Beberapa orang, terutama anak yang lebih besar dan dewasa, bisa jatuh pingsan dan mengalami pusing setelah imunisasi hepatitis B. Berkonsultasilah dengan dokter soal perlu-tidaknya vaksin hepatitis B bagi Anda.

 

Ditinjau oleh:

dr. Dedi Saputra, SpA

Dokter Spesialis Anak

Primaya Hospital Karawang

 

Referensi:

http://gkia.org/Uploads/Materi/Filename/150609012017_4.%20Imunisasi%20-%20Kemenkes%20RI.pdf

https://www.who.int/immunization/diseases/hepatitisB/en/

https://www.who.int/ith/vaccines/hepatitisB/en/

https://primayahospital.com/layanan/imunisasi-anak/

Bagikan ke :