Jantung Berdebar, Tanda Jatuh Cinta atau Sakit Jantung?

Jantung Berdebar, Tanda Jatuh Cinta atau Sakit Jantung_

Jatuh cinta, berjuta indahnya. Saat bertemu dengan si dia, pasti deg-degan rasanya. Jantung seperti mau copot. Tapi hati-hati, jangan sampai salah sangka. Soalnya, jantung berdebar bukan semata-mata tanda orang sedang jatuh cinta. Jantung yang berdegup kencang pada waktu tertentu juga bisa menjadi sinyal bahwa orang tersebut memiliki penyakit jantung.

Jantung berdebar ketika antusias, khawatir, atau cemas terhadap sesuatu sebenarnya wajar. Pada banyak orang, penyebabnya simpel. Misalnya kurang tidur atau terlalu banyak minum kopi atau minuman lain yang mengandung kafein. Namun kadang kala jantung berdebar menandakan masalah yang kesehatan yang pelik yang berkaitan dengan jantung. Salah satunya fibrilasi atrium, yang merupakan jenis aritmia.

Aritmia adalah kondisi ketika irama detak jantung lebih cepat, lebih lambat, atau tak beraturan karena adanya masalah kelistrikan pada jantung. Fibrilasi atrium adalah nama lain irama detak jantung tak beraturan, seringnya cepat. Aritmia fibrilasi atrium bisa memicu serangan jantung atau stroke bila tanpa penanganan.

Namun ada pula kondisi kesehatan selain aritmia yang salah satu gejalanya adalah jantung berdebar, seperti anemia dan masalah tiroid. Karena itu, bila kerap merasa jantung kerap berdegup kencang, terutama ketika tidak sedang berpapasan dengan gebetan, tak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter spesialis jantung.

Baca Juga:  Penyakit Arteri Koroner, Penyebab, Gejala dan Perawatannya

 

Penyebab Jantung Berdebar

Ada sejumlah penyebabnya, dari gaya hidup, emosional, sampai masalah jantung. Berikut ini contohnya.

Gaya hidup:

  • Tak cukup tidur
  • Berolahraga terlalu berat
  • Minuman berkafein
  • Alkohol
  • Terbiasa merokok
  • Konsumsi narkotik ilegal
  • Makanan pedas atau kaya bumbu

Emosional:

  • Rasa antusias atau khawatir
  • Stres atau cemas
  • Serangan panik

Obat (hanya obat tertentu):

  • Inhaler asma
  • Obat hipertensi
  • Obat alergi
  • Antibiotik
  • Antidepresan
  • Obat jamur

Perubahan hormon (temporer, tidak berbahaya):

  • Menstruasi
  • Hamil
  • Menopause

Masalah jantung:

  • Aritmia
  • Gangguan fungsi katup jantung
  • Kardiomiopati hipertrofi (masalah otot dan dinding jantung)
  • Gagal jantung
  • Penyakit jantung bawaan

Masalah kesehatan lain:

  • Tiroid
  • Kadar gula rendah
  • Anemia
  • Dehidrasi

 

Gejala Jantung Berdebar

Meski penyebabnya beragam, gejala yang berkaitan dengan masalah jantung mirip dengan yang lain, misalnya:

  • Berdegup-degup
  • Detak terdengar kencang
  • Denyut di dada sangat terasa saat dipegang

Tapi ada beberapa gejala lain yang cenderung mengarah ke masalah jantung, seperti:

  • Keringat dingin
  • Nyeri di dada hingga lengan dan leher
  • Napas tersengal
  • Pusing
  • Dada seperti diremas atau terbakar
Baca Juga:  Jenis-Jenis Pemeriksaan Jantung

Gejala yang menandakan sakit jantung umumnya terjadi secara spontan, bahkan ketika sedang berbaring sembari menonton televisi.

 

Pengobatan Jantung Berdebar

Pengobatannya tergantung apa penyebabnya. Penyebab paling umum adalah aritmia jenis fibrilasi atrium. Jadi perlu pemeriksaan jantung oleh dokter untuk memastikan masalahnya dan bagaimana pengobatan yang tepat.

Ada sejumlah tes yang penting untuk menegakkan diagnosis penyakit yang berkaitan dengan jantung berdebar. Salah satunya elektrokardiogram (EKG). Dalam pemeriksaan EKG, alat itu akan merekam aktivitas kelistrikan yang menunjukkan irama detak jantung. Dokter spesialis jantung akan meneliti irama itu untuk mengidentifikasi penyebab masalah jantung yang di alami dan merekomendasikan pengobatan yang sesuai.

 

Pencegahan Jantung Berdebar

Jantung berdebar memang tidak selalu menandakan sakit jantung, tapi ada baiknya melakukan evaluasi diri dulu. Terutama jika memiliki faktor risiko penyakit jantung. Sebagai langkah pencegahan, lakukan hal-hal berikut ini:

  • Tidak merokok
  • Hindari alkohol
  • Jaga pola makan dengan gizi seimbang
  • Makan dengan teratur
  • Tidur setidaknya 6-7 jam sehari

Bila dengan upaya pencegahan itu masih merasa jantung berdebar tanpa sebab jelas, segera konsultasi dengan dokter spesialis jantung untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga:  Sering Berdebar Saat Hamil, Apakah Tanda Penyakit Jantung?

 

Narasumber:

dr. Ivan Noersyid, Sp.JP

Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah

Primaya Hospital Bekasi Timur

 

Referensi:

https://www.nhs.uk/conditions/heart-palpitations/

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-palpitations/symptoms-causes/syc-20373196

https://www.health.harvard.edu/heart-disease-overview/skipping-a-beat–the-surprise-of-palpitations

https://www.bhf.org.uk/informationsupport/conditions/palpitations

http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/page/11/gejala-serangan-jantung

 

Bagikan ke :