• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Inilah Ciri-Ciri Rabun Senja yang Tidak Boleh Diabaikan

Rabun senja atau disebut juga night blindness termasuk salah satu gangguan mata yang kerap terjadi pada seseorang entah itu yang berusia tua ataupun muda. Seperti namanya, rabun ini terjadi pada saat kondisi cahaya minim mulai dari waktu senja hingga malam hari.

Kondisi ini juga kadang disebut sebagai rabun ayam. Hal itu karena ayam juga memiliki kecenderungan tidak melihat dengan jelas setelah senja tiba. Lalu, bagaimana ciri-ciri rabun senja dan apakah bisa sembuh total? Bila ingin tahu, yuk simak rinciannya berikut.

buat jani dokter primaya

Pengertian

Rabun senja

Rabun senja (nyctalopia) yaitu kondisi gangguan penglihatan di mana saat lingkungan kurang cahaya, penderitanya akan kesulitan melihat. Jadi, saat senja di mana cahaya mulai terbatas, maka akan kesulitan melihat dengan jelas, namun masih tetap bisa melihat.

Karena kondisi ini mirip dengan ayam yang mana saat senja tiba penglihatannya juga tidak jelas, maka sebagian orang menyebutnya sebagai rabun ayam.

Perlu Anda tahu, rabun senja ini bukan tergolong sebagai penyakit, melainkan gejala yang timbul akibat dari berbagai penyakit lainnya. Salah satunya yaitu karena rabun jauh yang menyebabkan penderitanya kesulitan dalam melihat saat kondisi minim cahaya.

Selain itu, beberapa kondisi lain juga berperan dalam menyebabkan seseorang terkena rabun senja. Contohnya yaitu katarak, glaukoma, hingga ulkus kornea. Oleh karena itu, pengobatan harus menyesuaikan dengan penyebab utama yang mendasarinya.

Penyakit Rabun senja (nyctalopia)
Gejala Utama Tidak dapat melihat jelas di kondisi kurang cahaya
Dokter Spesialis Dokter spesialis mata
Penyebab Utama Komplikasi diabetes, glaukoma, katarak,kekurangan vitamin A
Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, dan cek tahap lanjut
Faktor Risiko Kanker mata, ibu hamil, kekurangan vitamin A, kelainan mata
Pengobatan Pengobatan berdasar pada penyakit yang mendasarinya
Pencegahan Pola makan yang sehat dan cukupi kebutuhan vitamin A

Faktor Risiko

Inilah beberapa kelompok orang yang memiliki risiko untuk mengalami rabun senja:

  • Kekurangan vitamin A
  • Punya penyakit mata
  • Memiliki kelainan mata
  • Kanker mata
  • Komplikasi diabetes
    Baca Juga:  Pemeriksaan Mata Anak: Waktu Paling Tepat dan Jenis-jenisnya

    Penyebab

    Rabun senja

    Terdapat beberapa kondisi yang menjadikan seseorang terkena rabun senja. Berikut ini beberapa di antaranya:

    • Katarak: yaitu kondisi ketika lensa mata menjadi berkabut karena masalah usia yang akibat kerusakan protein pada lensa mata..
    • Glaukoma: kerusakan pada saraf optik yang menghubungkan antara otak dan mata sehingga menyebabkan gangguan penglihatan.
    • Retinitis pigmentosa: yaitu penyakit mata yang tergolong langka yang berupa kerusakan pada retina sehingga memengaruhi penglihatan pada kondisi rencah cahaya.
    • Miopia: yaitu rabun jauh di mana seseorang kesulitan untuk melihat suatu objek yang terletak jauh dari mata.
    • Kekurangan vit A: nutrisi utama untuk mata yaitu retinol atau vitamin A yang akan membuat suatu protein yang berperan untuk menyerap cahaya di retina.

    Gejala Rabun Senja

    Menurut American Academy Ophthalmology, bahwa Anda bisa mengetahui apakah terkena rabun senja atau tidak dengan cara menjawab beberapa pertanyaan berikut:

    • Apakah kesulitan untuk berjalan di rumah saat malam hari di bawah lampu dim?
    • Apakah butuh waktu lama untuk beradaptasi di kondisi kurang cahaya setelah melihat cahaya terang?
    • Saat mengemudi di malam hari apakah kesulitan melihat objek di depannya?
    • Apakah kesulitan untuk mengenali wajah seseorang saat berada di lampu dim?

    Selain berupa masalah penglihatan, ada beberapa gejala rabun senja lain yang tidak boleh Anda abaikan seperti:

    • Sakit mata
    • Pusing
    • Mual
    • Muntah
    • Pandangan berkabut
    • Kesulitan melihat jarak jauh
    • Sensitif terhadap cahaya

    Diagnosis

    Baca Juga:  Kebutaan Karena Katarak dan Pencegahannya

    Tentunya, dokter akan melakukan wawancara medis untuk mengetahui riwayat gejala rabun senja beserta berbagai penyakit lain yang menyertainya. Setelah itu, akan dilakukan pemeriksaan lain seperti:

    A. Tes Retina

    Yaitu jenis tes yang berfungsi untuk mengetahui retina apakah strukturnya normal ataukah tidak.

    B. Tes Darah

    Berguna untuk menganalisa kadar gula darah serta mengevaluasi kadar vitamin A dalam darah apakah terjadi kekurangan atau tidak.

    C. Tes Ketajaman Visual

    Yaitu jenis tes refraksi mata untuk mengetahui kemampuan fokus mata dalam melihat suatu huruf dalam jarak tertentu.

    D. Pemeriksaan Lampu CelahPencegahan

    Suatu tes yang berguna untuk melihat struktur depan suatu mata mulai dari lensa, kornea, hingga iris yang berguna untuk mendeteksi ada kelainan mata atau tidak

    Banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya rabun senja. Berikut ini contohnya:

    • Pastikan pencahayaan di rumah selalu memadai
    • Konsumsi makanan bernutrisi lengkap
    • Gunakan kacamata bila punya gangguan mata
    • Kurangi aktivitas di ruangan gelap
    • Periksakan mata rutin

    Pengobatan

    Walau tidak selalu masuk sebagai kondisi yang dapat memicu kehilangan penglihatan, namun pengobatan pada penyakit ini harus menjadi prioritas utama. Berikut beberapa pengobatan yang kerap dokter berikan:

    • Pemberian suplemen vitamin A
    • Penggunaan lensa korektif
    • Operasi mata

    Kapan Harus ke Dokter?

    Anda dapat mengunjungi dokter spesialis mata apabila rabun senja yang Anda derita mengganggu aktivitas sehari-hari di ruangan kurang cahaya. Bila terus dibiarkan tanpa perawatan, tentunya hal ini dapat menyebabkan kondisi gangguan penglihatan yang serius.

    Narasumber:

    dr. Olly Congga, Sp. M

    Spesialis Mata

    Primaya Hospital Pasar Kemis

    Referensi:

    • Shedding light on night blindness. https://www.aao.org/eye-health/news/shedding-light-on-night-blindness. Diakses pada 02 Januari 2024.
    • What is glaucoma? https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-glaucoma. Diakses pada 02 Januari 2024.
    • Cataract. https://nei.nih.gov/health/cataract/. Diakses pada 02 Januari 2024.
    • Facts about myopia. https://nei.nih.gov/health/errors/myopia. Diakses pada 02 Januari 2024.
    • Facts about retinitis pigmentosa. https://nei.nih.gov/health/pigmentosa/pigmentosa_facts. Diakses pada 02 Januari 2024.
    • Night blindness. https://bestpractice.bmj.com/topics/en-gb/964. Diakses pada 02 Januari 2024.
    • Vitamin A. https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminA-HealthProfessional/. Diakses pada 02 Januari 2024.
    Share to :

    Buat Janji Dokter

    Promo

    Login to your account below

    Fill the forms bellow to register

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.